
Madrid - Dalam dua kesempatan terakhir tampil di final Liga Champions, Inter Milan tak pernah berakhir bagus. Dua-duanya berakhir dengan kekalahan. Bagaimana kali ini?
Usai memenangi kompetisi yang dulunya bernama Piala Champions itu, yakni di tahun 1964 dan 1965, Inter berkesempatan tampil di final lagi pada tahun 1967. Dalam perjalanannya ke final kala itu, Inter sempat membungkam juara bertahan Real Madrid di babak perempatfinal.
Di final, Inter yang kala itu dipimpin pelatih legendaris mereka, Helenio Herrera, tak berdaya di tangan Glasgow Celtic. Padahal La Beneamata sempat unggul duluan ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit.
Wasit Kurt Tschenscher memberikan Inter hadiah penalti, yang mana tak disia-siakan oleh Sandro Mazzola. Tetapi keunggulan 1-0 ini pupus di babak kedua. Dua gol yang dilesakkan Tommy Gemmell (menit 62) dan Stevie Chalmers (85), membuat Inter bertekuk 1-2.
Kesempatan berikutnya terjadi di tahun 1972, kali ini yang jadi lawan 'Si Hitam-Biru' adalah Ajax Amsterdam. Johan Cruyff waktu itu masih menjadi salah satu andalan Ajax. Bersama Arie Haan, Johan Neeskens dan sang kapten, Piet Keizer, Cruyff memimpin Ajax menghadapi Sandro Mazzola cs.
Cruyff kemudian menjadi bintang kemenangan Ajax berkat dua golnya di menit 47 dan 78. Ajax jadi juara berkat kemenangan 2-0, sementara Inter harus gigit jari lagi.
Usai 38 tahun tak pernah tampil di partai puncak Liga Champions, kesempatan Inter datang lagi tahun ini. Pelatih Inter, Jose Mourinho, mengaku sudah mempersiapkan timnya sedetil mungkin supaya final kali ini tak berakhir dengan kekecewaaan.
"Bayern (Munich) adalah tim yang hebat dengan kualitas yang bagus. Mereka punya tradisi yang bagus di Liga Champions dan pelatih yang hebat," ujarnya di Reuters.
"Saya pernah belajar dari Bobby Robson dan juga Louis van Gaal. Tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, semuanya sudah dipersiapkan dengan seksama," tandasnya.
Kamis, 20 Mei 2010
Inter Mencoba Tepis Dua Final Buruk
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar