
Jakarta - Orang sepertinya lebih hafal sejarah Jose Mourinho sebagai penerjemah lalu asisten pelatih legendaris Inggris, (almarhum) Sir Bobby Robson. Tapi ia sesungguhnya dikembangkan oleh Louis van Gaal.
Robson memang sosok yang menemukan dan kelak mengasah Mourinho. Ia memilihnya sebagai penerjemah ketika ditunjuk sebagai pelatih Sporting Lisbon di tahun 1992, lalu terus dibawa ke FC Porto dan Barcelona.
Di Spanyol, dari sekadar penerjemah, Mourinho dijadikan pendamping yang "lebih" buat Robson. Ia dilibatkan dalam fungsi manajemen kepelatihan, mulai dari mendampingi Robson dalam jumpa pers, menyiapkan sesi latihan, sampai membantu pemain dalam hal teknis dan taktik.
Duet Robson-Mourinho dipandang serasi: Robson senang menyerang, Mourinho menguatkan pertahanan. Robson penganut direct-man management, Mourinho adalah seorang perancang yang detil. Kolaborasi mereka membuahkan titel Piala Winners di musim pertamanya di Nou Camp.
Ketika Robson pindah, Barca mempertahankan Mourinho untuk menjadi sekondan pelatih hebat yang sangat moderen, Louis van Gaal. Mourinho diberi peran lebih besar oleh Van Gaal karena dilihat punya prospek luar biasa untuk menjadi asisten yang terampil. Van Gaal membiarkan Mourinho mengembangkan gaya kepelatihannya sendiri, dan mempercayakan dia dengan tugas-tugasnya sebagai pelatih FC Barcelona.
Setelah menjadi asisten Van Gaal-lah Mourinho akhirnya bisa menjadi manajer. Di tahun 2000 ia direkrut untuk menukangi klub top Portugal, Benfica, lalu berturut-turut Unioa de Leiria, FC Porto, dan tentu saja Chelsea dan Inter Milan.
Akhir pekan ini Mourinho akan berduel dengan guru Belanda-nya itu dalam pertarungan memperebutkan predikat klub terbaik di Eropa, final Liga Champions. Van Gaal (58 tahun) berdiri untuk Bayern Munich, Mourinho (47) untuk Inter Milan.
"Jose teman saya. Dia pernah jadi pemandu bakat dan penerjemah di Barcelona, dan saya menjadikan dia sebagai asisten," ujar Van Gaal menjelang pertemuan mereka.
"Dalam beberapa hal kami sejiwa (soulmate). Kami sering berkirim SMS. Saya sangat ingin melihat dia di Madrid. Saya ingin kami menggelar konferensi pers bersama untuk menunjukkan pada semua orang bahwa kami ini akrab," sambungnya dikutip Reuters, Kamis (20/5/2010).
"Saya tentu tahu, dia ingin mengalahkan saya hari Sabtu nanti. Tapi saya pun ingin mengalahkan dia."
Dunia sudah mengakui Van Gaal dan Mourinho sebagai pelatih-pelatih hebat dan sukses. Apalagi mereka juga pernah sama-sama memenangi Liga Champions: Van Gaal bersama Ajax Amsterdam di tahun 1995, Mourinho bersama Porto di tahun 2004.
Rabu, 19 Mei 2010
Jelang Final Liga Champions Guru Lawan Eks Asisten
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar