
MILAN, KOMPAS.com - Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, menilai pelatih Jose Mourinho sangat mencintai "I Nerazzurri" dan tak akan pergi akhir musim ini. Namun, menurutnya, Inter akan tetap mengantisipasi kemungkinan Mourinho hengkang.
Penilaian Moratti mengacu pada hari Inter merayakan scudetto kelima mereka, Minggu (16/5/2010). Saat itu Mourinho menangis dan Moratti menginterpretasikannya sebagai bentuk kedekatan afeksi Mourinho kepada Inter.
Lebih jauh, Moratti mengaku menjadi semakin yakin, Mourinho tak akan pindah ke Real Madrid, akhir musim ini, seperti yang diberitakan media-media Spanyol dan Italia. Namun, ia juga mengatakan terbuka terhadap kemungkinan itu, karena Mourinho sendiri pernah mengatakan akan pindah ke Madrid, cepat atau lambat.
Moratti pun mengaku diliputi ketegangan menjelang pertandingan timnya melawan Bayern Muenchen, di final Liga Champions, akhir pekan ini. Bukan hanya karena menunggu siapa pemenang laga itu, melainkan juga karena setelah pertandingan itu, Mourinho akan memberi kepastian soal masa depannya di San Siro.
"Dalam hidup, Anda harus menginterpretasikan segalanya. Air mata (Mourinho) itu menandakan rasa humanisme besar dan afeksi kepada pemain dan pendukung," ungkap Moratti.
"Untuk menjawab tuntas (soal masa depan Mourinho), kita harus menunggu sampai akhir pertandingan melawan Bayern. Kami punya beberapa hari untuk menyiapkan sebaliknya. Mourinho bebas melakukannya. Namun, ia tak mengatakan apa yang akan ia lakukan (setelah final)," tandasnya.
Senin, 17 Mei 2010
Moratti: Inter Siap Ditinggal Mourinho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar