Minggu, 12 September 2010

Inter Petik Kemenangan


Milan - Inter Milan untuk sementara terbebas dari tekanannya belakangan ini setelah berhasil meraih kemenangan di pertandingan keduanyadi Seri A musim ini. Mereka mengatasi Udinese dengan skor 2-1.

Walaupun tipis dan gol penentuan bermula dari proses tendangan penalti, kemenangan ini tentu dirasakan sangat berarti terutama buat pelatih Rafael Benitez. Maklum, ia sedang diuji di awal rezimnya di Seri A bersama tim yang musim lalu merengkuh tiga gelar.

Memenangi Piala Super Italia di pertandingan kompetitif pertamanya di Inter, Benitez kalah dalam perebutan Piala Super Eropa melawan Atletico Madrid, dan bermain seri 0-0 dengan Bologna di laga pembuka Liga Italia musim ini.

Bermain di kandang sendiri melawan tim yang kali terakhir mengalahkan mereka pada Februari 2004, Inter berhasil melepaskan "tekanan" saat kickoff baru berusia tujuh menit. Berawal dari sepak pojok, Lucio mencatatkan namanya di papan skor untuk tuan rumah.

Bek internasional Brasil itu tidak terkawal baik oleh para pemain Udinese saat menghadapi tendangan sudut, dan dengan tendangan melengkung ia memasukkan bola ke gawang Samir Handovic.

Udinese mencoba memberi tekanan melalui Antonio di Natale dan Alexi Sanchez, tapi keberuntungan belum berpihak. Aksi Kdwadwo Asamoah juga bisa dihentikan Lucio.

Upaya menyamakan kedudukan akhirnya diperoleh Udinese di menit 31. Dari sebuah korner, sentuhan Di Natale dapat diteruskan oleh Antonio Floro Tores dan menjadi gol. Dia berhasil mengalahkan Lucio dan McDonald Mariga untuk menyundul bola.

Dalam skor 1-1 itu Inter memiliki sebuah peluang emas sebelum babak pertama selesai. Akan tetapi tembakan keras Diego Milito dapat ditepis dengan gemilang oleh Handanovic.

Tempo permainan di awal babak kedua meninggi. Kedua kesebelasan bergantian mengalirkan serangan ke wilayah permainan lawannya.

Kans besar diperoleh Udinese ketika Sanchez membongkar pertahanan Inter, namun upaya lanjutan dari Floro Flores sangat mengecewakan, karena tembakannya melambung di saat ia tinggal berhadapan dengan kiper Julio Cesar.

Benitez kemudian menarik keluar Mariga dan memasukkan Goran Pandev, yang dengan begitu sudah genap 200 kali terlibat di pertandingan Seri A. Udinese juga melakukan pergantian pemain: Floro Flores dengan eks penyerang Inter, Bernardo Corradi.

Di menit 66 terjadi insiden di kotak penalti Udinese. Pemain pengganti Gabriele Angella bernasib sial karena bola tendangan Sneijder mengenai tangannya. Wasit pun menunjuk ke titik putih.

Samuel Eto'o maju sebagai algojo, tapi eksekusinya dapat diblok Handanovic. Namun striker Kamerun itu beruntung, bola muntah dapat ia sambar dan kali itu berhasil menceploskannya ke dalam gawang. Inter pun memimpin 2-1.

Eto'o nyaris bikin gol lagi di menit 82, tapi tembakannya sedikit menyamping. Tambahan enam menit injury time tidak pula membuahkan gol lagi untuk kedua tim. Inter tetap mengantongi kemenangannya.

Susunan pemain:

Inter: Julio Cesar; Zanetti, Lucio, Samuel, Chivu (Cordoba 55); Mariga (Pandev 62), Cambiasso; Biabiany, Sneijder, Eto'o; Milito (Muntari 81)

Udinese: Handanovic; Zapata, Domizzi, Benatia (Cuadrado 84); Pinzi, Asamoah, Inler, Pasquale (Angella 59); Sanchez, Di Natale, Floro Flores (Corradi 62)
(detiksport.com)
......Forsa INTER....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar