Kamis, 23 Desember 2010

Inter Mencari Suksesor Rafa


Jakarta - Kursi kepelatihan Inter Milan kini kosong menyusulputusnya hubungan dengan Rafael Benitez. Ada banyak nama yang muncul sebagai kandidat pengganti, siapa yang dipilih Massimo Moratti?

Beberapa jam lalu Inter dan Rafa menyudahi kerjasama mereka yang berlangsung hanya enam bulan. Kegagalan memberi Nerazzurri hasil memuaskan serta hubungan yan belakangan kurang baik dengan bos besar membuat pelatih Spanyol itu akhirnya hengkang.

Soal pelatih pengganti yang nantinya akan membesut Zavier Zanetti cs, pihak Inter hingga kini belum mengumumkannya. Meski begitu, bahkan sebelum Rafa resmi berhenti, beberapa nama sudah muncul ke permukaan sebagai kandidat pelatih klub Biru-Hitam tersebut.

Salah satu yang paling santer terdengar adalah Leonardo. Eks pembesut Milan itu saat ini sedang tak melatih klub manapun dan sempat berucap bersedia melatih La Beneamata. Dengan performa yang cukup meyakinkan yang dia dapat bersama Rossoneri musim lalu, duduk di posisi tiga klasemen akhir, Leonardo dianggap kandidat terkuat.

Nama lain yang juga terdengar adalah Luciano Spalletti. Berbeda dengan Leonardo, pria berkepala botak itu kini masih terikat kontrak bersama Zenit St. Petersburg with.

Yang mungkin sangat diharapkan Interisti untuk membesut tim kesayangannya adalah Frank Rijkaard. Pelatih yang memberi Barcelona gelar juara Liga Champions tahun 2006 itu kini juga tengah menganggur, setelah menjalani periode tak sukses dengan Galatasaray.

Dengan uang yang dimiliki, Inter sesungguhnya bisa mendatangkan pelatih bernama besar buat membesut timnya. Nama-nama lain yang kemudian juga terdengar jadi kandidat adalah Diego Simeone, Fabio Capello, Giovanni Trapattoni, Luis Figo, Beppe Baresi hingga Pep Guardiola.

"Semua nama yang dijagokan menjadi pelatih masa depan Inter menarik saya," sahut Moratti saat ditanya soal calon pengganti Rafa.

Siapapun yang nantinya diikat, Inter harus berhati-hati memilih. Setelah meraih tiga gelar bersama Jose Mourinho musim lalu, ekspektasi mereka terhadap timnya masih sangat tinggi. Dan mungkin tak banyak pelatih yang langsung menanggung beban dibandingkan dengan Mourinho.

Ini bisa berbahaya karena pergantian pelatih kembali akan membuat Inter jadi tidak stabil. Sebuah kondisi yang terjadi sebelum Roberto Mancini dan kemudian Jose Mourinho bermukim di Giuseppe Meazza.(detiksport.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar